UNKLAB-FORUM

.
 
HomeFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Bagi Guest atau user yang tidak terdaftar, mohon maaf karena ada beberapa thread tidak bisa diakses oleh guest, oleh karena itu, sebaiknya anda registrasi terlebih untuk bisa mengakses penuh forum ini. Baca dulu peraturan forum ini. Terima Kasih
Navigation
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Alle bijzondere dingen in de zaanstreek
Fri Jul 29, 2011 11:46 pm by Guest

» Bagaimana Menginstal OS dari USB???
Thu Feb 10, 2011 8:55 pm by unaitech

» Automatic Installation BackTrack 3 Final | Dual Booting
Thu Feb 10, 2011 8:53 pm by unaitech

» what ur distro..?
Thu Feb 10, 2011 8:48 am by unaitech

» netcut source-code
Thu Feb 10, 2011 8:44 am by unaitech

» Ragnarok Online
Mon Jan 31, 2011 12:57 pm by Marvin07

» Surat Cinta Seorang Hacker
Sat Jan 22, 2011 1:06 pm by Marvin07

» QWERTY [uniQue Week with computER science faculTY]
Mon Nov 15, 2010 10:38 pm by rnlds.walfrets

» Call of Duty 5 - World at War
Tue May 18, 2010 8:35 pm by ginapermana

FRIENDS

Share | 
 

 terapi nutrisi dan herbal untuk kanker

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
foreigner
Moderator
Moderator
avatar

Male Number of posts : 74
Age : 35
Location : Abepura, Jayapura, ID
Registration date : 2008-06-07

PostSubject: terapi nutrisi dan herbal untuk kanker   Wed Nov 19, 2008 12:22 am

Dear all,

Sharing infromasi saja, bila sudah pernah baca artikel ini, abaikan saja.

Sampai detik ini penyakit kanker menjadi ancaman, sementara obat
spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga
ditemukan. Toh upaya pencegahan terus diusahakan dengan terapi radiasi
dan sitostatika.

Namun sebagian penderita lebih memilih terapi alternatif. Guna menakar
besarnya manfaat dan risiko terapi alternatif, sangat diperlukan
pemahaman tentang cara kerja terapi alternatif, termasuk penggunaan
suplemen makanan (senyawa antioksidan serta vitamin mineral) dan
preparat herbal yang dapat bekerja melawan kanker.

Berbagai jenis makanan ternyata terbukti mengandung zat-zat antikanker.
Bahkan tumis campuran brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat, dan
daging ikan amat kaya dengan unsur antioksidan.

Berbagai senyawa tertentu seperti alil sulfida dalam bawang putih ,
kurkumin dalam kunyit, isoflavon dalam kedelai, likofen dalam tomat,
polifenol dalam teh hijau, revesratrol dalam kulit buah anggur merah,
dan sulforafan dalam brokoli merupakan makanan pencegah kanker. Beberapa
vitamin dan mineral juga merupakan antioksidan yang sering dipromosikan
untuk pencegahan kanker: beta-karoten, vitamin C, E, dan selenium.

Untuk terapi herbal, ada bermacam tumbuhan yang berdasarkan pengalaman
empiris, bisa melawan kanker. Di antaranya benalu (Dendrophtoe
petandra), tapak dara (Catharanthus roseus), meniran (Phyllanthus niruri
L), kunir putih (Kaempferia rotunda L), tangguh (Pettiveria alliacea)
dan jamur maitake (Grifola frondosa).

Kanker akan muncul bila DNA sel normal mengalami kerusakan sehingga
menyebabkan mutasi genetik. Kalau ini tidak segera dikoreksi,
perbanyakan sel yang DNA-nya rusak tersebut potensial menghasilkan sel
kanker. Padahal perbanyakan sel dimaksudkan untuk pemulihan sel-sel yang
aus atau rusak.

Dari sisi ilmu gizi, dua unsur yang dapat merusak DNA sel normal adalah
radikal bebas dan karsinogen. Radikal bebas dapat dihasilkan lewat
metabolisme tubuh atau dari lingkungan di sekeliling kita (gas buangan
pabrik dan kendaraan, asap rokok, zat-zat kimia seperti insektisida, zat
kimia atau bahan aditif dalam makanan). Untunglah radikal bebas dapat
diikat dan dinetralkan oleh beberapa senyawa, vitamin dan mineral yang
bersifat antioksidan.

Adapun senyawa antioksidan yang menetralkan radikal bebas adalah
polifenol (teh hijau), likofen (tomat), beta-karotin (wortel), serta
beberapa senyawa lain dalam sayuran atau buah.

Khusus mengenai likofen dalam tomat, senyawa ini terikat kuat dengan
serat buah tersebut. Untuk membebaskannya, tomat harus dimasak dahulu
dengan sedikit minyak, mengingat sifat likofen yang mudah larut dalam
minyak.

Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995
menunjukkan, orang yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat
per minggu akan turun risikonya terkena kanker prostat sampai hampir
separuhnya. Vitamin C, E, dan selenium yang banyak terdapat dalam buah,
sayuran, kecambah, serta biji-bijian juga merupakan antioksidan yang
menetralkan radikal bebas.

Unsur kedua adalah zat karsinogen dalam makanan. Zat ini sebenarnya
berasal dari prokarsinogen yang oleh enzim fase I dalam hati diubah
menjadi karsinogen. Sementara itu, enzim fase II akan membuang residu
produk enzim fase I, sehingga dapat menghambat pembentukan sel kanker.
Jika enzim fase I bisa disebut enzim yang jahat, maka enzim fase II
merupakan enzim yang baik.

Enzim fase I ternyata dapat dihambat oleh senyawa alil sulfida dalam
bawang putih sehingga perubahan prokarsinogen menjadi karsinogen bisa
dikurangi. Salah satu contoh karsinogen yang terkenal adalah senyawa
nitrosamin yang dihasilkan pembakaran daging/ikan (misal sate hangus)
dan minyak jelantah yang sudah berkali-kali dipakai. Vitamin C berperan
sebagai antioksidan yang menghambat pembentukan nitrosamin dalam saluran
cerna.

Sedangkan produksi enzim fase II dapat ditingkatkan oleh sulforafan yang
banyak dijumpai dalam brokoli, kembang kol, dan sawi. Karena itu, menu
sayuran yang terdiri atas brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat, dan
ikan ditumis sedikit minyak dan bawang putih merupakan salah satu menu
pilihan yang kaya akan unsur antioksidan.

Menekan Pertumbuhan Sel Kanker
Jika kerusakan DNA sel normal tidak juga berhasil dicegah oleh senyawa
atau vitamin/mineral yang bersifat antioksidan, atau bila sudah telanjur
terbentuk sel-sel kanker, tindakan yang bisa kita lakukan adalah menekan
pertumbuhan sel kanker tersebut. Pertumbuhan sel kanker berlangsung
cepat setelah sel tersebut mendapatkan asam lemak omega-6. Untuk
mengurangi pengaruh asam lemak ini serta mengusirnya dari dalam sel
kanker, asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan laut dingin
memiliki peranan penting. Asam lemak omega-3 yang juga dikenal dengan
EPA (eicosapentanoic acid) atau gama-lenolenat, merupakan salah satu
lemak esensial.

Beberapa jenis sel kanker juga dapat tumbuh dengan cepat bila dipicu
oleh hormon estrogen manusia, seperti sel kanker pada payudara. Dalam
hal ini isoflavon yang merupakan fitoestrogen dalam kedelai ternyata
kompetitif dengan estrogen manusia. Sehingga konsumsi isoflavon kedelai
akan membantu menghambat pertumbuhan kanker yang dipicu oleh estrogen
manusia tersebut. Dari sini kita dapat memahami peranan tempe, tahu dan
susu kedelai sebagai makanan pencegah pertumbuhan kanker.

Untuk menghambat metastase sel kanker, kita harus mengetahui cara sel
tersebut menyebar. Ada dua cara sel kanker ber-metastase: melalui
angiogenesis (pembentukan pembuluh darah yang baru) dan penghancuran
kolagen yang merupakan kerangka sel normal. Dengan demikian metastase
akan dapat dihambat bila angiogenesis dapat dicegah; sementara kolagen
yang rusak bisa diperbaiki oleh tubuh sendiri dengan memanfaatkan
makanan tertentu.

Untuk angiogenesis, sel kanker melepaskan growth factors. Produksi
growth factors ternyata dapat dihambat oleh preparat inhibitor cox-2
yang mencakup resveratrol dalam kulit anggur merah, kurkumin dalam
kunyit dan genestein dalam kedelai.

Perombakan kolagen oleh sel kanker terjadi dengan bantuan enzim
kolagenase yang diproduksi sel kanker sendiri.

Preparat nutrisi yang dapat menghambat proses perombakan ini adalah
vitamin C dan tulang rawan ikan hiu. Di samping ikut merangsang
pembentukan interferon yang memerangi sel-sel kanker, vitamin C ternyata
dapat memperbaiki kerusakan kolagen dengan membuat kolagen baru lewat
hidroksilasi prolin. Barangkali peranan inilah yang melandasi pernyataan
kontroversial dari seorang pemenang hadiah nobel dalam bidang kimia dan
perdamaian, Linus Carl Pauling, mengenai terapi nutrisi kanker dengan
megadosis vitamin C .

Bentuk nutrisi lainnya yang dapat membantu perbaikan kolagen adalah
tulang rawan ikan hiu yang banyak disebut-sebut sebagai salah satu obat
kanker. Memang tulang rawan ikan hiu merupakan sumber kolagen yang dapat
memberikan bahan alami bagi sel-sel tubuh untuk sintetis kolagen.

Terapi herbal
Senyawa flavonoid kuersetin dalam benalu diperkirakan bekerja sebagai
inhibitor enzim isomerase DNA sel kanker (berperan dalam proses
perbanyakan dan peningkatan keganasan kanker). Tapak dara diketahui pula
memiliki dua senyawa golongan alkaloid vinka yang berkhasiat menghambat
perbanyakan dan penyebaran sel kanker. Kedua senyawa tersebut adalah
vinkristin dan vinblastin.

Selain itu tapak dara mengandung alkaloid catharanthin, yang mirip
dengan senyawa dalam plasma sel kanker. Penyerapan senyawa ini ke dalam
sel kanker diprakirakan akan mendesak dan melarutkan inti sel kanker
tersebut.

Tanaman meniran dan kunir putih juga memiliki khasiat antikanker lewat
kerja imunomodulator -nya. Ekstrak kedua tanaman ini pada percobaan
mencit ternyata memperbanyak jumlah limfosit, meningkatkan toksisitas
sel pembunuh kanker (natural killer) dan sintetis antibodi spesifik.
Sifat-sifat di atas akan menguatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap
virus maupun sel kanker.

Daun tangguh juga diduga mempunyai khasiat penyembuh kanker karena
diduga berasal dari senyawa mirip interferon yakni suatu antibodi alami
terhadap virus dan sel kanker. Cara memberantas kanker dengan
menghancurkan virus penyebab kanker yang dapat merusak DNA sel normal
menjadi sel kanker. Daun tangguh ini katanya lebih berkhasiat untuk
jenis kanker prostat, dubur, dan saluran napas.

Jamur maitake pun sebagai obat kanker telah diteliti lewat kombinasi
ekstrak jamur dengan preparat sitostatika kepada sejumlah penderita
kanker. Menurut Dr. Iwan T. Budiarso, peneliti pada Balitbang Depkes RI,
maitake bukan hanya meringankan gejala kanker payudara, paru-paru dan
hati, tetapi juga mengurangi akibat sampingan yang ditimbulkan oleh
sitostatika. Senyawa plosakarida B 1-6 glukans dalam maitake diyakini
berperan menghambat pertumbuhan serta penyebaran sel kanker lewat
peningkatan efektivitas semua sel dalam sistem pertahanan tubuh di
samping meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap sitostatika dan
radiasi.

dr. Andry Hartono SpGK, dokter ahli nutrisi RS Panti Rapih, Yogyakarta
sumber: indomedia.com
Back to top Go down
View user profile http://www.phpclasses.org
 
terapi nutrisi dan herbal untuk kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Herbal Cigarettes
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Obat Herbal Ambeien yang Ampuh
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
UNKLAB-FORUM :: KLABAT UNIVERSITY :: Nurse Academy :: Forum Umum (silahkan request jika ingin dibuka kategori forum yg baru)-
Jump to: