UNKLAB-FORUM

.
 
HomeFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Bagi Guest atau user yang tidak terdaftar, mohon maaf karena ada beberapa thread tidak bisa diakses oleh guest, oleh karena itu, sebaiknya anda registrasi terlebih untuk bisa mengakses penuh forum ini. Baca dulu peraturan forum ini. Terima Kasih
Navigation
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Alle bijzondere dingen in de zaanstreek
Fri Jul 29, 2011 11:46 pm by Guest

» Bagaimana Menginstal OS dari USB???
Thu Feb 10, 2011 8:55 pm by unaitech

» Automatic Installation BackTrack 3 Final | Dual Booting
Thu Feb 10, 2011 8:53 pm by unaitech

» what ur distro..?
Thu Feb 10, 2011 8:48 am by unaitech

» netcut source-code
Thu Feb 10, 2011 8:44 am by unaitech

» Ragnarok Online
Mon Jan 31, 2011 12:57 pm by Marvin07

» Surat Cinta Seorang Hacker
Sat Jan 22, 2011 1:06 pm by Marvin07

» QWERTY [uniQue Week with computER science faculTY]
Mon Nov 15, 2010 10:38 pm by rnlds.walfrets

» Call of Duty 5 - World at War
Tue May 18, 2010 8:35 pm by ginapermana

FRIENDS

Share | 
 

 Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
cliff
Administrator
Administrator


Male Number of posts : 559
Age : 30
Location : Anywhere...
Registration date : 2008-06-03

PostSubject: Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan   Wed Jun 11, 2008 12:39 pm

king for everyone study

BAB I. PENDAHULUAN



Tidak diragukan lagi bahwa kemajuan suatu negara dapat ditunjang dengan tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dan, dunia percaya bahwa pendidikan adalah modal dasar untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas itu. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan investasi dan sekaligus sebagai jaminan untuk masa depan. Tanpa tersedianya SDM berkualitas ini niscaya akan sulit bagi suatu negara untuk dapat survive dengan negara-negara lain di dunia ini.

Kebutuhan akan pendidikan ini memerlukan faktor penunjang yang cukup. Kesadaran manusia (masyarakat) akan pentingnya pendidikan menjadi pondasi bagi terbentuknya sistem pendidikan yang kokoh. Masyarakat yang sadar akan membentuk satu sistem simbiosis yang mutualisme. Setelah kesadaran akan pendidikan tertanam pada masyarakat maka penyelenggaraan pendidikanlah yang harus dipersiapkan berikutnya. Persiapan penyelenggaraan pendidikan itu antara lain mencakup: penyediaan sarana dan prasarana (termasuk di dalamnya lembaga pendidikan, pengelola dan tenaga pendidik), menumbuh-kembangkan sitem pendidikan yang humanis-substansial, melakukan ­up-dating dan up-grading secara menyeluruh pada penyelenggaraan pendidikan dan sebagainya.

Namun, dewasa ini di negara kita Indonesia perkembangan dunia pendidikan masih perlu untuk terus di benahi. Kesadaran masyarakat akan pendidikan seolah sulit untuk diwujudkan. Begitu pun penyelenggaraan pendidikan, masih banyak yang harus dibenahi. Sistem pendidikan yang kurang konsisten misalnya, lembaga pendidikan yang sering terjebak pada ranah birokratis dan formalisasi pendidikan menjadi gambaran rendahnya sistem manjerial sisten pendidikan negara ini.

Dalam makalah ini akan di bahas mengenai bagaimana sistem manajerial penyelenggaraan pendidikan dalam skala mikro, yaitu pada tingkat instansi pendidikan atau sekolah. Dalam hal ini berarti meniscayakan kepada para kepala sekolah memiliki kemampuan manjerial. Sekolah dengan sistem manajerial yang baik akan mendorong terbentuknya penyelenggaraan pendidikan yang baik pula pada skala makro.



BAB II. PEMBAHASAN



Sebagaimana yang telah disampaikan di atas bahwa perlu adanya manajerial sekolah yang baik. Sebenarnya, kalau kita mengurutkan kronologisnya kedua sistem ini (manajerial dan pendidikan) adalah memiliki ruang lingkupnya sendiri. Sistem manajerial erat kaitannya dengan dunia bisnis dan organisasi. Sedangkan penyelenggaraan pendidikan menyangkut pada proses pengajaran, pembelajaran dan pembentukan kepribadian. Namun demikian, kedua-duanya ini ternyata bisa di-integral-kan. Sistem manajemen sangat baik diterapkan pada pendidikan. Sebaliknya, manajemen yang biasanya melulu masalah profit akan sangat baik jika memiliki nilai-nilai pendidikan. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai manajemen. Apakah manajemen itu? Apa pula yang menjadi falsafah manajemen? Bagaimanakah langkah-langkah manajerial itu? Kemudian setelah itu akan di bahas pula proses peng-integral-an dan pengaitan antara sistem manajemen dengan pendidikan.

II.a. Manajerial, Pengertian dan Falsafahnya

1. Pengertian Manajemen



Kata manajemen berasal dari Bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Secara etimologis demikianlah bagaimana proses penurunan dan pemadanan kata manajemen. Sedangkan definisi manajemen menurut terminologis telah disampaikan oleh beberapa pakar manajemen, diantaranya:



n Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (the art of getting things done through people) (Follet,1997).

n Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, Mc. Hugh and Mc. Hugh, 1997).

n Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).

n Manajemen adalah proses merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling) usaha anggota-anggota organisasi serta penggunaan seluruh sumber daya organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Dari beberapa definisi mengenai manajemen di atas kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen merupakan seni penyelesaian dalam mencapai suatu tujuan dimana di dalamnya terdapat proses yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), memimpin dan mengarahkan (leading/directing/actuating), dan pengendalian (controlling) dengan memberdayakan semaksimal mungkin seluruh sumber daya yang ada. Oleh karena itu, manajemen bisa dikatakan pula sebagai sistem yang diterapkan jika ada bentuk kerja sama, ada pimpinan dan ada yang di pimpin, ada manajer dan ada sistem yang dikelola. Secara umum "manajer" dapat dikatakan sebagai seorang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya. Manajer dapat disebut sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin/pengarah, dan pengontrol (Hani Handoko., 1990:17,28-29).

Seorang manajer kebanyakan adalah juga sebagai pimpinan suatu organisasi atau perusahaan tapi tidak semua pimpinan adalah seorang manajer (memiliki kemampuan manjerial). Secara umum tingkatan manajemen dalam organisasi dapat dibagi menjadi tiga golongan:

1. Manajer lini-pertama, yaitu tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajer ini biasa disebut kepala atau pimpinan, mandor, dan penyelia (supervisor).

2. Manajer menengah, yaitu manajer yang dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional. Sebutan bagi manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas, dll.

3. Manajer puncak, yaitu manajer tertinggi yang merupakan kelompok kecil eksekutif Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior, dan sebagainya.



2. Falsafah Manajemen

Manajemen sebagai seni perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian yang memanfaatkan sumber daya yang ada selalu berpedoman pada sekurang-kurangnya tiga nilai substansial berikut:

Pertama, hakikat tujuan manajemen. Adapun yang menjadi hakikat tujuan manajemen adalah: produktivitas, efisieni, dan efektivitas. Seorang manajer akan senantiasa mengutamakan nilai-nilai ini dalam bekerja. Seluruh kegiatan organisasi harus merupakan kegiatan yang mampu menciptakan dan menghasilkan sesuatu. Kegiatan diusahakan tidak melahirkan kesia-siaan. Setelah tercapainya nilai produktivitas ini maka kegiatan diusahakan tidak menyita banyak waktu dan kegiatan ini pun harus memberi efek (bernilai dan memberi pengaruh/hasil) terhadap objek kegiatan.

Kedua, hakikat manusia. Dapat dikatakan bahwa objek material manajemen adalah manusia. Karena itu, manajemen akan selalu berpegang pada hakikat manusia. Dalam kaitannya dengan manajemen maka pada hakikatnya manusia itu sebagai berikut:

n Memiliki tenaga dalam yang menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan;

n Terdapat fungsi yang rasional, bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial;

n Mampu mengarahkan diri ke tujuan yang positif, mampu mengatur, dan mengontrol diri, dan menentukan nasibnya;

n Pada hakikatnya dalam proses berkembang dan tidak pernah selesai;

n Melibatkan diri untuk kepentingan dirinya dan orang lain;

n Mempunyai potensi yang perwujudannya sering tak terduga, dan potensi itu terbatas;

n Manusia pada dasarnya baik (fitrah).

Ketiga, hakikat kerja. Manajerial berkaitan erat dengan pekerjaan. Pekerjaan merupakan objek formal manajemen. Sehingga, manajemen akan senantiasa memperhatikan hakikat kerja dan pekerjaan. Pada hakikatnya orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan atas dorongan atau motivasi tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku sedangkan tujuan berfungsi mengarahkan perilaku. Oleh karena itu, setiap pekerjaan harus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pekerja. Seorang manajer harus mengerti dan memahami apa yang menjadi kebutuhan hidup para bawahannya bahkan kalau pun mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka melalui pekerjaan yang ia berikan kepada mereka.



II.b. Langkah – Langkah Manajerial

Bagian berikutnya adalah langkah-langkah seseorang dalam mengelola organisasi / instansi / perusahaannya (manajerial). Sebagaimana telah didefinisikan di atas bahwasanya manajemen itu di dalamnya terdapat proses yang meliputi empat hal (perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengarahkan serta pengendalian) maka langkah-langkah dalam mengelola suatu organisasi / instansi pun tidak akan luput dari ke empat proses itu. Di bawah ini adalah pengertian ke empat proses tersebut menurut para pakar manajemen:

Perencanaan yaitu proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran (James A.F. Stoner, 1996: 10). Dengan perencanaan berarti para manajer memikirkan kegiatan-kegiatan sebelum dilaksanakan. Berbagai kegiatan ini biasanya didasarkan pada berbagai metode, rencana atau logika, bukan hanya atas dasar dugaan atau firasat (Hani Handoki, 1990: 9).

Pengorganisasian yaitu proses mempekerjakan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dalam cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau beberapa sasaran (James A.F. Stoner, 1996:11). Dengan kalimat lain, pengorganisasian berarti para manajer mengkoordinasikan sumber daya manusia dan material organisasi. Kekuatan suatu organisasi terletak pada kemampuannya untuk menyusun berbagai sumber dayanya dalam mencapai rujuan. Semakin terkoordinasi dan terintegrasi kerja organisasi semakin efektif dan efisien (Hani Handoko, 1990: 9).

Memimpin yaitu proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi (James A.F. Stoner, 1996:11). Dalam memimpin atau pengarahan berarti manajer mengarahkan, memimpin dan mempengaruhi para bawahan atau anggota. Manajer tidak melakukan semua kegiatan sendiri, tetapi menyelesaikan tugas-tugas essensial melalui orang lain. Mereka juga tidak sekadar memberikan perintah, tetapi menciptakan iklim yang dapat membantu para anggota melakukan pekerjaan secara paling baik (Hani I landoko, 1990: 9).

Pengendalian yaitu proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan (James A.F. Stoner, 1996: 12). Pengendalian/Pengawasan berarti para manajer berupaya untuk menjamin bahwa organisasi bergerak ke arah tujuan-tujuannya. Bila beberapa bagian organisasi berada pada jalur yang salah, manajer harus membetulkannya (Hani Handoko, 1990: 9).



II.c. Integrasi - Interkoneksi Sistem Manajemen dengan Sistem Pendidikan

Selain sebagai seni manjemen juga dikatakan sebagai ilmu. Manajemen sebagai ilmu dewasa ini sering di integral-kan dengan berbagai ilmu lainnya. Pada bagian ini akan di bahas bagaimana sistem manajemen sebagai profit oriented di integral-kan dengan sistem pendidikan atau yang lebih dikenal dengan manajemen pendidikan. Dengan adanya peng-integrasian sistem manajemen terhadap sistem pendidikan diharapkan mampu memberikan nilai lebih terhadap masing-masing dari keduanya.

Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai:

1. Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

2. Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

3. Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari ketiga definisi di atas nampak bahwasanya manajemen setelah di-integralkan pada sistem pendidikan memiliki objek dan tujuan yang tentu yaitu pendidikan. Maka dalam hal ini seorang manajer dalam sistem pendidikan dikatakan sebagai manajer pendidikan.

_________________
Einstein said "The true definition of stupidity is to do the same thing time and again and expect a different outcome."





http://unklab.forum.st/

http://greathink.blogspot.com/
Back to top Go down
View user profile http://unklab.forum.st
cliff
Administrator
Administrator


Male Number of posts : 559
Age : 30
Location : Anywhere...
Registration date : 2008-06-03

PostSubject: Re: Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan   Wed Jun 11, 2008 12:39 pm

II.d. Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan

Untuk menjadi manajer sukses di lembaga pendidikan maka seseorang harus mengerti dan memahami tentang manajemen dan pendidikan. Beberapa hal diantaranya telah kita singgung di atas. Adapun pada bagian ini akan disampaikan kerja teknis seorang manajer pendidikan. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki saeorang manajer pendidikan dan apa pula yang menjadi tugas-tugasnya?

Kompetensi (Keterampilan-keterampilan) Manajerial yang dibutuhkan Manajer:

Secara umum kompetensi yang hartus dimiliki seorang manajer pendidikan adalah sama dengan manajer pada umumnya, hanya saja yang menjadi objek dan tujuannya adalah bidang pendidikan. Ada pun kompetensinya sebagai berikut:

1. Keterampilan konseptual (conceptual skills), yaitu kemampuan mengadopsi perspektif organisasi sebagai suatu keseluruhan, atau kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.

2. Kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar melaksanakan tugas.

3. Pengambilan keputusan: Kemampuan memilih serangkaian kegiatan dari dua atau lebih altematif.

4. Keterampilan analitis: kemampuan untuk menggunakan berbagai pendekatan, teknik dan perangkat manajerial dalam pemecahan masalah-masalah manajemen.

5. Komunikasi: Kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan pendapat secara jelas baik dalam bentuk lisan maupun tertulis.

6. Komitmen: Melakukan tindakan-tindakan nyata untuk mencapai visi dan tujuan organisasi.

7. Integritas: Perilaku jujur, kredibel, konsisten dan dapat dipercaya, dengan memahami keterbatasan dirinya, tidak mengubar janji yang sering tidak ditepati, dan menghindari agenda terselubung yang menipu anggota.

8. Toleran terhadap ketidakpastian: kemampuan bekerja dalam situasi yang tidak menentu.

9. Tahan stress: kemampuan tetap dapat bekerja dalam keadaan tertekan.

10. Keterampilan interpersonal (human relations) : Kemampuan menjalin hubungan personal secara efektif baik dengan pihak di dalam maupun di luar organisasi.

11. Keterampilan administratif: Kemampuan melaksanakan berbagai peraturan, kebijakan dan prosedur organisasi; bekerja secara efektif dalam keterbatasan anggaran, dan mengkoordinasi aliran pekerjaan. Termasuk di sini adalah ketrampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan pengawasan.

12. Keterampilan teknis: Kemampuan untuk menggunakan kompetensi spesifik dalam pelaksanaan suatu tugas.

13. Fleksibilitas keperilakuan: kemampuan menyesuaikan perilaku sesuai tuntutan untuk mencapai tujuan.

14. Dampak personal: kemampuan mendapatkan respek, kesan baik, dan kepercayaan dari orang lain. (Hani H., 1999:10-11; 1990:36-37).

Selain kompetensi di atas seorang manajer pendidikan harus ditunjang oleh dua keahlian berikut: 1). Keahlian dalam Manajemen Global (Global Management Skills). Hal ini diperlukan karena seorang manajer harus mampu melihat perspektif eksternal lembaganya dan mengetahui perspektif global. 2). Keahlian dalam hal teknologi (Technological Skills). Dewasa ini menguasai teknologi adalah kunci bagi siapa saja yang ingin mampu beradaptasi dengan zaman. Kecepatan teknologi informasi menjadikan seseorang mampu mengetahui dengan cepat perkembangan-perkembangan dalam berbagai bidang di belahan dunia manapun. Oleh karena itu seorang manajer harus memiliki kemampuan dalam hal teknologi.

Tugas-tugas Penting Manajer:

Adapun yang menjadi tugas seorang manajer adalah:

1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.

2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.

3. Manajer bertanggung-jawab dan mempertanggungjawabkan.

4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.

5. Manajer adalah seorang mediator.

6. Manajer adalah seorang politisi.

7. Manajer adalah seorang diplomat.

8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit (Hani H., 1990:29-30).

Dapat dikatakan bahwasanya inti dari tugas seorang manajer adalah mensinergikan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Manajer harus berpandangan universal.

Selain memahami tugas-tugasnya, sebagai seorang manajer sekaligus pimpinan suatu organisasi / instansi maka seseorang kan dihadapkan pada pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan ini seorang manajer harus mampu mengambil keptusan yang tepat sebagimana prinsip-prinsip manajemen. Berikut adalh pandangan para pakar mengenai pengambilan keputusan.

Menurut herbert A. Ada 3 tahap pokok:

· Penyelidikan: Mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.

· Perancangan: Mendaftar, mengembangkan dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami, menghasilkan pemecahan dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.

· Pemilihan : Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilakdanakan.

Menurut Rubeinstein dan haberstroh langkah-langkah dalam mengambil keputusan:

· Pengenalan persoalan atau kebutuhan

· Analisis dan laporan alternatif-alternatif

· Pemilihan alternatif yang ada

· Komunikasi dan pelaksanaan keputusan

· Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.

Newman, Summer, dan Warren merinci langkah pengambilan keputusan:

· Pembuatan suatu diagnosis

· Penemuan penyelasaian alternatif-alternatif

· Penganalisaan dan pembandingan alternatif-alternatif

· Pemilihan rencana yang diambil

Elbing menyatakan proses pengambilan keputusan dalam organisasi mencakup:

· identifikasi dan diagnosis masalah

· pengumpulan dan analisis data yang relevan

· pengembangan dan evaluasi alternatif-alternatif

· pemilihan alternatif terbaik

· implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil-hasil



BAB III. PENUTUP

Untuk menjadi manajer sukses pada suatu lembaga pendidikan seseorang harus mampu memadukan antara manajemen dengan pendidikan. Dia harus memahami apa ilmu manajemen dan ilmu pendidikan untuk kemudian dia harus mampu memadukan antara keduanya. Seorang manajer pendidikan akan mendapat keuntungan ganda dengan memadukan kedua sistem ini. Pertama, lembaga pendidikannya akan markewtable dan memberikan profit. Kedua, manajemen yang ia terapkan berkontribusi pada dunia pendidikan yang dunia pendidikan ini memeiliki valuable yang tinggi dalam peradaban ini.

Writer: Cahya

_________________
Einstein said "The true definition of stupidity is to do the same thing time and again and expect a different outcome."





http://unklab.forum.st/

http://greathink.blogspot.com/
Back to top Go down
View user profile http://unklab.forum.st
 
Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Siapakah yang mengangkat Muhammad menjadi nabi...?
» Gereja katolik disulap menjadi Masjid
» Hantu dan Roh/Arwah orang yang sudah meninggal
» 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah
» Snouck Hurgronje, Mata-Mata Belanda di Masa Perang Aceh

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
UNKLAB-FORUM :: KLABAT UNIVERSITY :: Economics Faculty :: Management-
Jump to: